Jumat, 22 Februari 2013

Empat Mitos Mengenai Kanker


Ada empat mitos salah mengenai penyakit kanker yang harus dihilangkan, dan diganti dengan pemahaman tentang fakta yang sebenarnya.

Nila Juwita Anfasa Moeloek, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), mengatakan keempat mitos yang salah mengenai kanker yang selama ini menyebar pada masyarakat perlu ditinggalkan.

Dalam rangkaian peringatan Hari Kanker Sedunia 2013, YKI mengadakan sosialisasi tentang kanker kepada masyarakat di berbagai tempat, termasuk ke siswa di sekolah.

Seperti hari ini, Jumat (22/2/2013), YKI mengadakan sosialisasi tentang kanker ke ratusan siswai-siswi di SMA Negeri 24 Jakarta, Nila menyampaikan keempat mitos tersebut, dan bagaimana faktanya sebagai berikut

Mitos pertama, kanker adalah masalah kesehatan semata.

Faktanya: Dampak kanker mencakup masalah sosial, ekonomi, dan pembangunan, hingga implikasi terhadap hak asasi manusia. Karena biaya pengobatan memerlukan dan yang cukup banyak, akan berdampak buruk pada ketahanan keluarga, dan mengakibatan kemiskinan.

Mitos kedua, kanker adalah penyakit orang kaya, orang tua, dan adanya di negara maju.

Faktanya: Kanker adalah epidemi global yang dapat menyerang segala usia, dan dari semua kelompok sosio-ekonomi, jumlah terbanyak di negara berkembang. Sekitar 50% pengidap kanker di Indonesia berusia kurang dari 50 tahun.

Hal ini memberi efek buruk bagi keluarga dan populasi, serta perkembangan ekonomi.

Mitos ketiga, kanker selalu berakibat kematian.

Faktanya: Kanker yang awalnya menyebabkan kematian, saat ini berhasil disembuhkan bila mendapat perawatan dan pengobatan yang efektif. Terutama bila ditemukan pada stadium dini.

Mitos keempat, kanker adalah takdir.

Faktanya: Dengan strategi yang tepat, umumnya sepertiga dari penyakit kanker dapat dicegah.

Kebijakan global, regional, dan nasional dalam mempromosikan pola hidup sehat, dapat mengurangi penyakit kanker yang diakibatkan oleh konsumsi alkohol, rokok, nutrisi tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik.

Kebiasaan makan makanan sehat, meningkatkan aktifitas fisik, serta menjaga berat badan ideal dapat mencegah sebanyak sepertiga penyakit kanker.

Saat ini ada herbal temu putih dan keladitikus untuk membantu mengatasi kanker. Satu botol Rp35 Ribu isi 80 kapsul. Silahkan hubungi 081288851177.


ARTIKEL TERBARU
ARTIKEL TERBARU www.herbaljawa.biz

Sabtu, 02 April 2011

Sang Temu Berkhasiat Hebat



Umumnya, temu putih ditanam sebagai tanaman obat, dapat ditemukan tumbuh liar pada tempat-tempat terbuka yang tanahnya lembab pada ketinggian 0-1.000 m dpl. Sosok tanaman ini mirip dengan temulawak dan dapat dibedakan dari rimpangnya. Temu putih banyak ditemukan di Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra, Ambon, Hingga Irian. Selain itu, Juga di budidayakan di India, Banglades, Cina, Madagaskar, Filipina, dan Malaysia.

Tanaman tahunan ini tingginya dapat mencapai 2 m. Batangnya merupakan batang semu yang dibentuk dari pelepah-pelepah daun yang tumbuh dari rimpangnya. Daun tunggal, bertangkai panjang. Helaian daun berbentuk runcing, tetapi rata, pertulangan menyirip, warnanya hijau dengan sisik kiri-kanan ibu tulang daun terdapat semacam pita memanjang berwarna merah gelap atau lembayaung, panjang 25-70 cm, lebar 8-15 cm.

Bunga majemuk berbentuk bulir yang tandannya keluar langsung dari rimpang, panjang tandan 20-25 cm, bunga mekar secara bergiliran dari kantong-kantong daun pelindung yang besar. Mahkota bunga berwarna putih dengan garis tepi merah tipis. Rimpang induk bentuknya jorong membulat dan mengluarkan rimpang cabang yang cukup banyak dan tumbuh kearah samping, ukurannya lebih kecil, bentuknya memanjang dan mudah dipatahkan. Dari rimpangnya keluar akar-akar yang kaku dan pada ujungnya terdapat kantong air. Warna rimpangnya putih dengan hati yang berwarna kuning muda. Bentuk buah bundar, berserat, segitiga, kulitnya lunak dan tipis. Biji bentuknya lonjong, berselaput, ujungnya bewarna putih.

Daun rasanya seperti serai sehingga bisa digunakan untuk memasak ikan. Rimpang muda dapat ditambahkan kedalam salad. Perbanyakan dengan rimpang dan pemisahan anak.

Sifat dan Kasiat
Rimpang temu putih rasanya sangat pahit, pedas dan sifatnya hangat, berbau aroamtik, dengan afinitas ke meridian hati dan limpa. Temu putih termasuk tanaman obat yang menyehatkan darah dan menghilangkan sumbatan, melancarkan sirkulasi vital energi (qi) dan menghilangkan nyeri. Rimpang temu putih berkasiat antikanker, anti radang (antiflogistik), melancarkan aliran darah, fibrinolitik, tonik pada saluran cerna, peluru haid (emenagong), dan peluru kentut.

Kandungan Kimia
Rimpangan temu putih mengandung 1-2,5% minyak menguap dengan komposisi utama sesquiterpene. Minyak menguap tersebut mengandung lebih dari 20 komponen seperti curzerenone (zedoarin) yang merupakan komponen terbesar, curzerene, pyrocurcuzerenone, curcumin, curcumemone, epicurcumenol, curcumol (curcumenol), isocurcumenol, procurcumenol, dehydrocurdone, furanodienone, isofuranodienone, furanodiene, zederone, dan curdione. Selain itu mengandung flavonoid, sulfur, gum, resin, tepung, dan sedikit lemak. Curcumol dan curdione berkasiat antikanker.

Bagian yang Digunakan
Bagian tanaman yang digunakan adalah rimpangnya. Setelah dibesihkan, rebus rimpang, lalu jemur sampai kering. Setelah akarnya dibuang, iris rimpang tipis-tipis untuk disimpan.

Indikasi
Rimpang digunakan untuk pengobatan :

* Nyeri sewaktu haid (dismenore)
* Tidak datang haid (anemore) karena tersumbatnya aliran darah
* Pembersihan darah setelah melahirkan
* Memulihkan gangguan pencernaan makanan (dispepsi), seperti rasamual dan kembung karena banyak gas
* Sakit perut, rasapenuh dan sakit di dada akibat tersumbatnya energi vital
* Pembesaran: hati (hepatomegali), Limpa (splenomegali)
* Lukama memar, sakit gigi, radang tenggorok, batuk
* Kanker : serviks, vulva, dan kulit
* Meningkatkan efektivitas pengobatan radiasi dan kemoterapi pada penderita kanker

Cara Pemakaian
Untuk obat yang diminum, rebus rimpang temu putih kering (3-10 g). Untuk pemakaian luar, gunakan minyak asiri atau air pemerasan rimpang segarnya untuk pemakaian local, seperti luka memar, berbagai macam kelainan kulit. Abu dari rimpangnya bisa ditaburkan pada luka, borok, dan tubuh yang terkilir (kesele0).

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian

* Pada penelitian di Cina, temu putih selain dapat menyembuhkan kanker serviks, juga meningkatkan khasiat radioterapi guna membunuh sel kanker
* Infus Rimpang temu putih 30% pada kelinci yang telah diberikan karbon tetraklorida dapat mempercepat turunya enzim SGOT, SGPT, dan Gamma GT pada serum kelinci (Agus Hewijanto, Fakultas Farmasi, WIDMAN, 1990)
* In vitro, minyak menguap menghambat pertumbuhan Streptococcus hemoltyticus, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Salmonella typhi, danVibrido cholarae.
* Minyak menguap juga mempunyai efek antitrombotik yang kemungkinan disebabkan oleh kurkumin
* Pemberian ekstrakenatol dari rimpang temu putih pada tikus dan mencit yang hamil muda mempunyai efek abortivum, juga mempunyai efek antiimplantis pada anjing

Catatan

* Ibu hamil serta perempuan dengan darah haid yang banyak dilarang minum temu putih karena keluarnya darah haid akan lebih banyak
* Mempunyai khasiat yang mirip dengan kunyit (Curcuma domestica Val.) dan jahe (Zingiber officinale Rosc.)
* Aliran qi dan darah yang tidak lancar (tersumbat) di tandai dengan nyeri perut (abdominal pain), tidak datang haid (amenore), atau timbul tumor di rongga perut
* Terganggunya fungsi limpa di tandai dengan rasa penuh di lambung karna makanan tidak tercerna, perut kembung, perasaan penuh di ulu hati, dan rasa nyeri.
* Di luar Negri sudah dibuat obat fitofarmaka, seperti Leilipien, Pao Kwun Tan.

untuk mendapatkan kapsul temu putih, silahkan hubungi 081288851177.


ARTIKEL TERBARU
ARTIKEL TERBARU www.herbaljawa.biz

Temu Oh Temu Putih...



Temu putih (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe syn. Curcuma pallida Lour. (Heyne)) adalah salah satu spesies dari famili Zingiberaceae yang telah dikomersilkan penggunaan rhizomanya sebagai tanaman obat dan empon-empon. Temu putih disebut pula sebagai temu kuning.[1] Produk alaminya banyak digunakan dalam industri parfum, pewarna untuk industri pangan, dan sebagai obat atau campuran obat. Khasiatnya bermacam-macam, namun biasanya terkait dengan pencernaan.

Lebih lengkap, rimpangnya dipakai sebagai obat kudis, radang kulit, pencuci darah, perut kembung, dan gangguan lain pada saluran pencernaan serta sebagai obat pembersih dan penguat (tonik) sesudah nifas. Penelitian menunjukkan bahwa temu putih juga memiliki aktivitas antitumor, hepatoprotektif, anti-peradangan, dan analgesik.[2]
[sunting] Kandungan

Rimpang mengandung zat warna kuning kurkumin (diarilheptanoid). Komponen minyak atsiri dari rimpangnya terdiri dari turunan Guaian (kurkumol, kurkumenol, Isokurkumenol, Prokurkumenol, Kurkurnadiol), turunan Germakran (Kurdion, Dehidrokurdion); seskuiterpena furanoid dengan kerangka eudesman (Kurkolon). Kerangka Germakran (Furanodienon, Isofuranodienon, Zederon, Furanodien, Furanogermenon); kerangka Eleman (Kurserenon identik dengan edoaron, Epikurserenon, Isofurano germakren); Asam-4-metoksi sinamat (bersifat fungistatik). Dari hasil penelitian lain ditemukan kurkumanolid A, kurleumanolid B, dan kurkumenon.

untuk mendapatkan kapsul temu putih, silahkan hubungi 081288851177.

Catatan kaki
1. ^ B & T World Seeds, Common names list.
2. ^ Miachir JI, Romani VLM, Amaral AFC, Mello MO, Crocomo OJ, Melo M. 2004. Micropropagation and callogenesis of Curcuma zedoaria Roscoe. Sci Agric 61(4): 427-432.


ARTIKEL TERBARU
ARTIKEL TERBARU www.herbaljawa.biz

Mengenal Temu Putih




1. Nama tanaman

Di Indonesia disebut temu putih, temu kuning.

Nama daerah: koneng tegal (Sunda), temu pepet (jawa)

Sinonim : Curcuma paliida Lour (Heyne, 1987)

Nama asing: White Tumeric (Inggris), Kencur atau Ambhalad (India), dan cedoaria (Spanyol), Er-chu (China).

2. Klasifikasi Tanaman
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Bangsa : Zingiberales
Suku : Zingiberaceae
Marga : Curcuma
Jenis : Curcuma zedoaria (Berg.) Rosc. (Backer and Van den Brink, 1968).

3. Morfologi tanaman
Tumbuhan ini berupa terna tahunan, tinggi mencapai 2 m, tumbuh tidak berkelompok. Daun berbentuk lanset memanjang berwarna merah lembayung di sepanjang tulang tengahnya. Bunga keluar dari rimpang samping, menjulang ke atas membentuk bongkol bunga yang besar. Mahkota bunga berwarna putih, dengan tepi bergaris merah tipis atau kuning. Rimpang berwarna putih atau kuning muda, rasa sangat pahit (Windono dkk, 2002).

4. Habitat dan penyebaran


Curcuma zedoaria (Rosc), Menurut Hong, Kim, Lee, tumbuhan ini berasal dari Himalaya, India, dan terutama tersebar di negara-negara Asia meliputi China, Vietnam, dan Jepang. Curcuma zedoaria (Rosc) tumbuh liar di Sumatra (Gunung Dempo), di hutan jati Jawa Timur, banyak dijumpai di Jawa Barat dan Jawa Tengah, di ketinggian sampai 1000 dpl (Windono dkk, 2002).

5. Kandungan kimia dan manfaat

Secara tradisioal digunakan sebaagi antimikroba dan antifungal (Witson et al., 2005). Shiobara et al. (1985) mengidentifikasi senyawa cyclopropanosesquiterpene, curcumenone dan 2 spirolactones, curcumanolide A dan curcumanolide B. Pada shoots muda dari C. zedoaria mengandung (+)-germacrone-4,5-epoxide, sebuah intermediet kunci pada biogenesis a germacrone-type sesquiterpenoids. Di negara Brazil, di gunakan sebagai obat penurun panas. Aktivitas ini dikarenakan adanya senyawa yang bertanggung jawab yaitu curcumenol (Navvaro et al., 2002). Kandungan kimia rimpang Curcuma zedoaria Rosc terdiri dari : kurkuminoid (diarilheptanoid), minyak atsiri, polisakarida serta golongan lain. Diarilheptanoid yang telah diketahui meliputi : kurkumin, demetoksikurkumin, bisdemetoksikurkumin, dan 1,7 bis (4-hidroksifenil)-1,4,6-heptatrien-3-on (Windono dkk, 2002).



Minyak atsiri berupa cairan kental kuning emas mengandung : monoterpen dan sesquiterpen. Monoterpen terdiri dari : monoterpen hidrokarbon (alfa pinen, D-kamfen), monoterpen alkohol (D-borneol), monoterpen keton (D-kamfer), monoterpen oksida (sineol). Seskuiterpen pada Curcuma zedoaria terdiri dari berbagai golongan dan berdasarkan penggolongan yang dilakukan terdiri dari : golongan bisabolen, elema, germakran, eudesman, guaian dan golongan spironolakton. Kandungan lain meliputi : etil-p-metoksisinamat, 3,7-dimetillindan-5-asam karboksilat (Windono dkk, 2002).

Singh et al (2002) melaporkan kandungan minyak atsiri pada Curcuma zedoaria berupa 1,8 cineol (18.5%), cymene (18.42%), α-phellandrene (14.9%).

Golongan seskuiterpen yaitu β-Turmerone dan ar-turmeron yang diisolasi dari rhizoma Curcuma zedoaria menghambat produksi prostaglandin E2 terinduksi lipopolisakarida (LPS) pada kultur sel makrofag tikus RAW 264.7 dengan pola tergantung dosis (IC50 = 7.3 μM untuk β-turmerone; IC50 = 24.0 μM untuk ar-turmerone). Senyawa ini juga menunjukkan efek penghambatan produksi nitric oxide terinduksi LPS pada sistem sel (Hong et al., 2002).

Aktivitas antioksidan
Senyawa yang beraksi sebagai antioksidan kemungkinan adalah 5-isopropylidene-3,8-dimethyl-1(5H)-azulenone (Mau et al., 2003).

6. Penelitian antikanker
Pada pengobatan Cina, Curcuma zedoaria telah digunakan pada treatment kanker serviks.

Ekstrak air dari C. zedoaria menunjukkab aktivitas antimutagenik terhadap mutasi yang diinduksi benzo[α]pyrene pada Salmonella/microsomal system (Lee and Hin, 1988).

Polisakarida dan protein-terikat polisakarida C. zedoaria menunjukkan penghambatan pada sarcoma-180 dan Echrlich ascites tumor pada tikus, secara berurutan (Mon et al, 1985). Lebih lanjut, 2 derivat seskuiterpen (curcumol dan curdione) dari C. zedoaria menujukkan sitotoksik terhadap sarcoma-37, Echrlich ascites tumor, dan cervical carcinoma-U14 pada tikus.

Fraksi polisakarida, CZ-1-III menurunkan ukuran tumor pada tikus dan mencegah mutasi kromosomal (Kim et al., 2000).

Ekstrak etanol rimpang Curcuma zedoaria menunjukkan aktivitas menghambat sel-sel OVCAR-3 (Cell-line kanker ovarium manusia). Isolasi yang dipantau dengan bioaktivitas hambatan terhadap sel OVSCAR-3 menghasilkan senyawa aktif demetoksi kurkumin (Syu et al., 1998).

Ekstrak etanol 70% turmeric memperlihatkan penghambatan pada sel normal dan bersifat sitotoksis pada sel lymphoma pada konsentrasi 0,4 mg/ml. Ekstrak etanol turmeric juga menunjukkan penghambatan fase mitosis pada sel mamalia secara in vitro dengan menghambat pembentukan kromosom (Mills and Bone, 2000).

untuk mendapatkan kapsul temu putih siap konsumsi, silahkan hubungi 081288851177.


ARTIKEL TERBARU
ARTIKEL TERBARU www.herbaljawa.biz

Kamis, 13 Januari 2011

TEMU PUTIH




Kapsul Herbal Temu Putih
memiliki berbagai khasiat:
1. Menghambat pertumbuhan sel kanker
2. Membantu pengobatan kanker rahim
3. Meredakan Maag
4. Meredakan Perut Kembung
5. Meredakan Nyeri Kembung
6. Meredakan gangguan saluran pencernaan
7. Penguat (tonik) sesudah nifas
8. Mengatasi Keputihan
9. Melancarkan sirkulasi darah
10. Anti inflamasi
11. Anti neoplastik
12. Menghambat radang
13. Mengobati Kudis
14. Mengobati radang kulit
15. Pencuci darah

Harga grosir Rp 25.000 per botol isi 80 kapsul. Silahkan hubungi 081288851177


ARTIKEL TERBARU
ARTIKEL TERBARU www.herbaljawa.biz